Pengangguran: Pengertian, Jenis, Penyebab, Dampak, & Cara Mengatasi

Kita pasti pernah mendengar kata pengangguran. Seseorang dilabeli dengan kata tersebut ketika dia terlihat sedang tidak mengerjakan apa-apa, atau ketika seseorang tidak memiliki pendapatan dan tidak bekerja.

Ada banyak hal yang menyebabkan pengangguran terjadi. Ketika ada banyak pengangguran yang bermunculan, hal ini bisa berdampak pada kondisi ekonomi bahkan juga bisa berimbas pada kondisi sosial dalam masyarakat. Tingkat pengangguran juga bisa menjadi tolok ukur kesejahteraan sebuah wilayah.

Pengertian Pengangguran

Seseorang disebut sebagai pengangguran ketika dia yang terhitung dalam usia produktif tidak bisa mendapatkan pekerjaan, atau sedang secara aktif mencari pekerjaan. Biasanya guna mengukur tingkat pengangguran digunakan sebuah rumus yaitu jumlah penganggur dibagi jumlah angkatan kerja.

Ketika tingkat pengangguran rendah hal ini bisa diartikan bahwa perekonomian kemungkinan besar perekonomian sebuah wilayah sedang dalam kondisi terbaiknya. Dengan demikian, wilayah tersebut dapat memaksimalkan hasil keluaran dari proses ekonomi mereka serta mendorong pertumbuhan upah dan meningkatkan standar hidup seiring waktu.

Namun, tingkat pengangguran yang sangat rendah belum tentu sepenuhnya merupakan sinyal baik. Sebab hal ini juga bisa berarti sebuah tanda peringatan. Sebab, jika hal ini terjadi, ada kemungkinan bahwa ekonomi di wilayah tersebut sedang mengalami banyak tekanan dan ada kecenderungan eksploitasi pekerja.

Salah satunya adalah inflasi. Selain itu, persaingan bisnis yang terlalu ketat sehingga membutuhkan banyak pekerja juga bisa menjadi kondisi aktual yang mengkuatirkan. Fenomena pengangguran ini memang tidak bisa dilihat hanya dari garis besarnya saja, melainkan juga harus melihat faktor-faktor lain yang mendasarinya. 

Jenis Pengangguran

Ada 8 jenis pengangguran yang dikenal dalam masyarakat, antara lain :

  • Pengangguran Terbuka

Kondisi ini adalah yang paling banyak kita jumpai karena keadaannya memang sudah sangat jelas. Seseorang dikatakan sebagai pengangguran terbuka karena dia memang tidak mempunyai pekerjaan. 

Alasan seseorang menjadi penganggur terbuka ada bermacam-macam, salah satunya adalah dia memang tidak mau bekerja. Bisa jadi karena malas, putus asa dan lain sebagainya. Kemungkinan lain adalah seseorang tersebut sedang mencari pekerjaan namun belum mendapatkannya. Selain itu, ada pula yang sedang diputus hubungan kerja sehingga harus menganggur.

  • Pengangguran Terselubung

Ketika seseorang bekerja namun tidak optimal dalam pekerjaannya atau produktivitasnya rendah, maka bisa dikatakan dia sebenarnya adalah seorang pengangguran terselubung. Alasan di balik keadaan ini umumnya adalah ketidaksesuaian latar belakang keahlian dengan pekerjaan yang dimiliki.

Namun, bisa juga memang karena situasi dan kondisi lingkungan yang memang membudayakan hal tersebut terjadi. Misalnya pekerja kantoran atau PNS yang sengaja bersantai-santai ketika jam kerja karena pekerjaan yang sedikit dan bisa ditunda.

  • Pengangguran Siklikal

Saat sebuah negara mengalami perubahan dalam kegiatan ekonominya, maka tidak jarang muncul pengangguran siklikal semacam ini. Ketika sebuah negara mengalami kemunduran dalam ekonominya, banyak usaha akan mengalami penurunan pendapatan.

Kebanyakan dari perusahaan ini akan mengurangi produksi guna menekan pengeluaran dan bertahan dalam situasi ekonomi yang buruk. Sebagai dampaknya, maka akan ada pengurangan pegawai yang mengakibatkan pengangguran.

  • Pengangguran Struktural

Semakin maju sebuah negara maka akan semakin maju juga peradabannya. Hal ini akan mengakibatkan sektor ekonomi juga mengalami perubahan struktur, sehingga menuntut para pekerjanya untuk meningkatkan kemampuan dan juga keterampilan.

Bagi pekerja yang tidak bisa memenuhi standar kemampuan yang sudah ditingkatkan ini, maka jelas bagi merak tidak ada tempat. Meskipun para pekerja ini adalah pekerja lama, namun saat tidak bisa mengikuti perkembangan, mereka akan digantikan dengan pekerja baru yang sesuai standar. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya pengangguran struktural.

  • Pengangguran Friksional

Ketika pencari kerja dan pemberi kerja tidak mendapatkan akses sehingga tidak dapat bertemu maka hal ini akan menciptakan pengangguran friksional. Jadi sebenarnya ada lowongan kerja yang tersedia, hanya saja karena informasi yang terbatas sehingga tidak sampai kepada pencari kerja, atau waktu yang terbatas hingga jarak geografis maka pencari kerja tidak dapat memenuhi lowongan tersebut.

  • Pengangguran Teknologi

Seiring perkembangan zaman, teknologi juga semakin disempurnakan. Bagi perusahaan, tentu hal ini adalah sebuah kemajuan yang diharapkan, sebab mereka dapat melakukan efisiensi. Namun, bagi pekerja hal ini adalah sebuah kerugian. Sebab, tenaga mereka yang sebelumnya diperlukan harus digantikan dengan mesin atau sistem.

Hal ini sebagian besar terjadi di pabrik dengan tingkat produksi tinggi. Sebab dengan menggunakan mesin, pabrik ini dapat menghasilkan produk lebih banyak, lebih cepat dan tentunya akan menghemat lebih banyak biaya.

  • Pengangguran Musiman

Sama seperti namanya, maka pengangguran musiman hanya muncul ketika saat-saat tertentu. Jadi pada satu musim, seseorang bisa bekerja dan memperoleh pendapatan, tetapi pada musim tertentu mereka harus rela menjadi pengangguran karena situasi kondisi yang tidak memungkinkan.

Hal seperti ini sering menimpa bidang perikanan maupun pertanian. Ketika musim bertani sudah berlalu, kebanyakan petani akan menganggur sampai datang musim menanam selanjutnya. Demikian juga dengan nelayan, ketika musim laut pasang, mereka harus berhenti melaut karena faktor keselamatan.

  • Setengah Pengangguran

Para pekerja paruh waktu masuk ke dalam kategori ini. Sebab, meskipun mereka bekerja, namun jam kerja mereka tidak sama dengan pekerja biasanya yang harus bekerja dalam kisaran waktu 8-9 jam. Golongan setengah pengangguran ini hanya bekerja maksimal 35 jam dalam satu minggu.

Penyebab Pengangguran

  • Lowongan kerja yang sedikit dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja
  • Latar belakang pendidikan yang rendah
  • Standar kemampuan dan keterampilan pencari kerja di bawah standar perusahaan
  • Kurangnya kepedulian terhadap kekayaan intelektual
  • Perkembangan teknologi sehingga menyebabkan tenaga manusia yang digantikan mesin
  • Pemanfaatan tenaga kerja yang tidak seimbang
  • Persaingan global yang menyebabkan tenaga kerja dari luas bisa masuk ke dalam negeri dan meningkatkan persaingan
  • Resesi ekonomi
  • Kondisi negara yang tidak stabil, misalnya inflasi, bencana hingga peperangan
  • Kebijakan pemerintah

Dampak Pengangguran

  • Penurunan pendapatan rata-rata penduduk per kapita
  • Beban negara dalam hal biaya sosial meningkat
  • Penurunan pendapatan negara dari sektor pajak
  • Hutang negara bertambah
  • Meningkatnya jumlah kemiskinan
  • Kenaikan tingkat kriminalitas
  • Ketimpangan sosial
  • Hilangnya keterampilan karena lama tidak diasah
  • Tekanan sosial dan mental bagi para pengangguran

Cara Mengatasi Pengangguran

  • Meningkatkan ekspor
  • Memperluas lapangan pekerjaan
  • Meningkatkan program padat karya
  • Membangun sarana dan prasarana yang mendukung
  • Menekan urbanisasi dengan pemerataan pembangunan
  • Pemerataan tenaga kerja, misalnya dengan transmigrasi
  • Peningkatan kualitas pendidikan
  • Pemberian beasiswa bagi calon pencari kerja atau pekerja sehingga mereka bisa memenuhi target standar perusahaan
  • Pembukaan pusat pelatihan keterampilan gratis untuk masyarakat usia produktif
  • Pemanfaatan teknologi yang tidak berseberangan dengan asas padat karya
  • Penyebaran informasi terkait lowongan kerja yang semakin diperluas, bisa dengan mengadakan job fair yang diselenggarakan di universitas maupun membuat kerjasama antar universitas dan perusahaan guna merangkul calon pekerja maupun tenaga magang
  • Pengendalian laju pertumbuhan penduduk
  • Membuka kerja sama dengan negara lain untuk pengiriman tenaga kerja resmi dengan keterampilan yang disesuaikan

Kembali ke Materi Ekonomi