Past Perfect Tense: Pengertian, Rumus, Contoh Kalimat

Ketika belajar bahasa Inggris, kita harus mempersiapkan diri untuk mempelajari tenses. Banyaknya jumlah tenses serta berbagai aturan yang harus diikuti membuat materi yang satu ini cukup menantang.

Salah satu jenis tense yang dianggap cukup rumit adalah past perfect tense yang biasa digunakan untuk menceritakan kejadian di masa lampau.

Tidak seperti simple past yang memiliki rumus sederhana, past perfect mempunyai formula yang membutuhkan usaha ekstra untuk memahaminya.

Tapi kamu tidak perlu khawatir, pasalnya bentuk tense yang satu ini mempunyai karakteristik khusus sehingga mudah dibedakan dengan bentuk lain.

Simak penjelasan lengkap mengenai past perfect tense di bawah ini!

Pengertian Past Perfect Tense

Apa yang dimaksud dengan past perfect tense?

Menurut pengertiannya, past perfect merupakan sebuah bentuk tense yang digunakan untuk menggambarkan bahwa suatu aksi, peristiwa, atau kejadian telah selesai secara sempurna pada suatu titik di masa lalu.

Setelah aksi pertama selesai, terjadi peristiwa yang lain dalam bingkai masa lampau.

Aksi yang terjadi dan telah selesai pada masa lampau tersebut bisa muncul satu kali atau berulang kali.

Pada penerapannya, past perfect dapat digunakan untuk membuat kalimat conditional sentence tipe III maupun reported speech.

Berikut ini beberapa fungsi dan penggunaan past perfect dalam kalimat:

  • Menyatakan aksi terjadi dan telah selesai di masa lalu sebelum aksi lain terjadi

Kita dapat menggunakan bentuk past perfect untuk menggambarkan bahwa sebuah aksi terjadi dan telah selesai pada bingkai waktu masa lalu. Biasanya, aksi yang telah selesai tersebut diikuti oleh aksi lain.

Pada kalimat jenis ini, biasanya kita menggunakan subordinate conjunction seperti before, after, when, prior do, dan lain sebagainya.

Contoh: The director had called Johnson before he signed up.

  • Menunjukkan frekuensi terjadinya sebuah aksi

Past perfect juga berfungsi untuk menggambarkan frekuensi terjadinya sebuah aksi dalam bingkai waktu masa lalu.

Terdapat penanda yang bisa kita gunakan untuk mengidentifikasi jenis ini, seperi every day, every week, twice, three times, dan seterusnya.

Contoh: I had visited her old house twice before she moved to the larger house.

  • Digunakan untuk membuat kalimat conditional sentence tipe III

Conditional sentence tipe III merupakan bentuk kalimat pengandaian yang menggambarkan impian atau keinginan yang tidak mungkin tercapai.

Kalimat tersebut juga menggunakan bentuk past perfect tense.

Contoh: If she had practiced regularly, she would have won the competition.

  • Dipakai sebagai reported speech

Kita juga dapat menggunakan past perfect tense untuk membuat kalimat reporter speech.

Kalimat ini biasanya menggunakan kata penanda seperti asked, said, wondered, thought, dan told.

Contoh: They told me that they had studied all night long.

Baca juga Simple Past Tense.

Rumus Past Perfect Tense

Seperti halnya bentuk tenses yang lain, past perfect mempunyai formula khusus yang memudahkan kita untuk membuat sebuah kalimat.

Bentuk tense yang satu ini mempunyai ciri khas yaitu menggunakan auxiliary verb ‘had’ dan diikuti oleh kata kerja bentuk ketiga (past participle).

Baik subyek singular maupun plural menggunakan auxiliary verb yang sama.

Simak rumus past perfect untuk tiga bentuk kalimat yang berbeda berikut ini:

Rumus Kalimat Positif

Subject + had + V-3 (past participle)

Contoh: He had eaten the soup.

Rumus Kalimat Negatif

Subject + had + not + V-3 (past participle)

Contoh: He had not eaten the soup.

Rumus Kalimat Interogatif

Had + subject + V-3 (past participle)

Contoh: Had he eaten the soup?

Dengan mengikuti rumus tersebut, kita dapat membuat sebuah kalimat past perfect tense yang baik dan benar.

Meskipun demikian, ada satu hal yang perlu diperhatikan yaitu penggunaan past participle (verba-3).

Seperti yang kita ketahui, dalam bahasa Inggris terdapat regular verb dan irregular verb.

Jika menggunakan regular verb, maka kita hanya perlu menambahkan –ed di belakang kata kerja tersebut.

Namun untuk irregular verb, perubahan yang tidak konsisten membuat kita harus berlatih terus menerus untuk menghafal perubahan kata tersebut.

Baca juga Past Continuous Tense.

Contoh Kalimat Past Perfect Tense

  • The cat had stolen our fish before we came to the dining room. (Kucing itu sudah mencuri ikan kita sebelum kita masuk ke ruang makan)
  • She had signed the contract prior to the release of her debut album. (Dia telah menandatangani kontrak sebelum mengeluarkan album pertamanya)
  • Timmy had fixed his car when John came to our house. (Timmy telah memperbaiki mobilnya sebelum John datang ke rumah kami)
  • I had worn the dress twice before I sold it. (Saya sudah memakai gaun itu dua kali sebelum saya menjualnya)
  • He had been to the hospital every day until he passed away. (Dia telah pergi ke rumah sakit setiap hari sebelum meninggal)
  • My boyfriend had called me every hour before I decided to break up. (Kekasih saya telah menelepon setiap jam sebelum saya memutuskannya)
  • If she had listened to me, she would have been a doctor. (Jika dia mendengarkan saya, dia akan menjadi dokter)
  • Your father would have fixed the car if you had not waste the money. (Ayahmu akan memperbaiki mobilnya jika kamu tidak menghabiskan uangnya)
  • Her mother might have bought the shoes if she had knew the discount sale. (Ibunya akan membeli sepatu jika dia tahu obralan itu)
  • I said that I had turned off the TV. (Saya mengatakan bahwa saya sudah mematikan televisi)
  • His parents asked him if he had paid the tuition fee. (Orang tuanya bertanya apakah dia sudah membayar uang sekolah)
  • Jessica thought she had been a good girl. (Jessica berpikir bahwa dia telah menjadi anak baik)

Demikian pembahasan tentang past perfect tense. Semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman yang sedang belajar bahasa inggris, terutama tentang past perfect tense. Buat latihan, teman-teman bisa coba jawab latihan soal past perfect tense ya.

Sekian dari rumus pintar. Selamat belajar.

Kembali ke Materi Bahasa Inggris